Surat Loli untuk Niko yang Sangat Peduli
dok. pri. Ikhwanul Halim

Surat Loli untuk Niko yang Sangat Peduli

Views: 122

Organ tunggal sedang bersemangat pada malam kita bertemu
Seragam kebaya yang cantik dan kain panjang yang penuh
Kau menuntunku menjauh dari lantai dansa
Kekhawatiran yang membuat lenganku memar
Mengingatkanku dengan bisikan malu,
bahwasanya aku gemuk terlalu
dan mempermalukan diriku sendiri
dengan semua yang kukenakan
semua cinta diri yang tidak sopan ini
semua ruang yang kujajah
dan masih kujelajah.
Ya Tuhan, orang-orang memperhatikan.
Tidakkah tahu aku sedang sekarat
Tidakkah aku tahu aku gajah berdarah gula
O, Niko!
Maaf cerobohku yang ceroboh karena lupa membenci gadingku
Aku ceroboh dan berbahaya bagi ekosistem manusia
Siapa tahu apa yang bisa terjadi?
Aku mungkin melihat rangkaian bunga dinding kelabu
mengguncang lampu gantung hingga jantuh lantai
suara kulit kerang beradu
goyangan pinggul
daya apung yang tak kenal menyesal
Syukurlah kamu ada di sana
menuntunku pulang
mengikat belalaiku yang bandel
Aku gadis besar sederhana,
tinggalkan rumah tanpa memilikinya sendiri
tersandung menjadi merasa terlalu manusiawi
dengan udara membelai kulit gelambir
telah melupakan tempatku di garis takdir
tak pernah merasakan tawa yang merayap licin di tulang belakang
atau trotoar yang dicium dalam pada penghinaan
yang menjadi bumerang dari mobil yang lewat
atau merasakan setiap ruas jari dalam buku kalimat lucu
Kamu berpikir aku telah belajar sekarang
bahwa tubuh ini
dan kesalahan garis
bukan milikku
lemakku
tempat kejadian perkara yang perhatian orang
aku menelan semuanya
jadi mengapa bukan niat baikmu juga?
Fakta yang kurang diketahui tentang gajah dan kamar mandi:
semua orang melihat gajah berendam di dalam sauna
semua berpikir mereka orang pertama yang menunjuknya
orang pertama yang memberitahunya bahwa
dia adalah seekor gajah
gajah sangat sadar bahwa dia adalah seekor gajah
pada dasarnya tidak melupakan
kamar tidak akan pernah membiarkannya melupakan ini
jadi dia mungkin juga menari
Singkirkan tanganmu yang seperti tombak matador
aku bukan binatang yang hancur
harus menghancurkan seluruh rumah
menjadi papan dan debu bata.

Cikarang, 24 September 2024

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *