tak butuh buku menu
termangu ‘ku di sini
lebih dari restoran
leleh dalam pelukan
ketika mengenangmu
cinta lama mengetuk
ujung jari mengetuk
membuka berkas menu
tergagap mengenangmu
pernah kita di sini
luluh rengkuh pelukan
di serambi restoran
payung teras restoran
rinai hujan mengetuk
gigil dekap pelukan
daftar teratas menu
buram samar di sini
setiap mengenangmu
menangis mengenangmu
lintas depan restoran
bayang hangat pelukan
sanubari mengetuk
terbelah buku menu
karna erat pelukan
lupa kala pelukan
terhenti mengenangmu
dalam sebaris menu
fasad vintage restoran
hak stiletto mengetuk
hunjam hati di sini
siapa ‘ku di sini
gila tanpa pelukan
jari peri mengetuk
ajar ‘ku mengenangmu
dalam jamban restoran
dinding tertulis menu
aku di sini ‘tuk mengenangmu,
kenang pelukan remang restoran
terisak mengetuk pendar menu
Cikarang, 30 Mei 2025
( Puisi ini sebuah hendecasyllable sestina dengan decasyllable envoy)

