Bahlil Indra Wijaya adalah teman paklikku yang sering muncul di acara kumpul keluarga besar untuk menghibur dan membuat anak-anak jijik. Dia memakai gigi palsu yang akan dia lepas dari mulutnya dan jatuhkan ke dalam segelas air setelah makan. Kami semua akan duduk dan menyaksikan serpihan-serpihan kecil itu berkumpul saat naik ke permukaan. Tapi, kami menoleransinya demi cerita-ceritanya.
Cerita favoritnya adalah tentang Gufron dan Kata Ajaib. Semuanya dimulai dengan Dewan Penyihir, di mana Gufron adalah salah satunya.
“Gufron adalah yang tertua dan paling bijaksana. Dewan membimbing umat manusia menuju zaman damai dan bahagia yang indah. Selama masa ini, Dewan Penyihir berkembang. Mereka mengundang banyak orang yang lebih muda dan kurang bijaksana ke dewan dan mengajari mereka kata ajaib meskipun Gufron telah memperingatkan.
Kau tahu, katanya, kata itu adalah kata paling ampuh di alam semesta.Jika kau menggunakan kata ini, kau bisa mewujudkan apa pun, betapapun mustahilnya.
Seiring waktu, para Penyihir baru menjadi semakin berani. Mereka menggunakan kata itu untuk melakukan segala macam hal sepele dan mereka menjadi malas. Mereka menggunakannya agar tidak perlu bangun dan mencuci piring. Atau mereka menggunakannya agar tidak perlu pergi ke kamar mandi lagi!
Gufron percaya bahwa mereka yang mengetahui kata itu tidak lagi layak. Jadi, dia menggunakannya dan memerintahkan agar semua orang kecuali dia melupakan kata itu. Dalam sekejap, semua anggota Dewan Penyihir kehilangan sihir mereka. Betapapun kerasnya mereka mencoba, mereka tidak dapat mengingat kata itu. Dan orang-orang itu bersumpah untuk membalas dendam pada Gufron. Tapi, dia menghilang. Hilang begitu saja!
Dewan mencari dan mencari selama ratusan tahun tetapi tidak pernah menemukan Gufron. Dan dikatakan hingga hari ini bahwa kalau seseorang menemukan kata itu, sengaja atau tidak sengaja, Gufron akan muncul dan menghapusnya dari pikiran mereka. Tetapi, sebagai hadiah, dia akan menggunakan kata itu untuk mengabulkan satu permintaan mereka.”
Pada akhirnya dia selalu bertanya kepada kita apa yang kita inginkan dan kita akan mengatakan berbagai macam hal yang keterlaluan. Dan dengan setiap permintaan dia akan berkata ‘Kalian bisa mendapatkan itu!’ Dan dia akan menyuruh kita mencoba mengucapkan berbagai macam kata-kata gila seperti ‘Maqolindasomonomon’ dan ‘Embege’ tetapi tidak satu pun yang berhasil.”
“Kata apa itu kata itu?” tanya kami pada Paklik Bahlil. Dan dia akan mengatakan bahwa dia pernah mengetahuinya tetapi Gufron datang dan mengambilnya dari kepalanya.
“Apa yang paklik inginkan?” Adikku bertanya padanya.
Bahlil Indra Wijaya akan menggerakkan rahangnya dan menyipitkan matanya seolah-olah dia sedang berpikir keras lalu berteriak “GIGI!”, dan meludahkan gigi palsunya ke karpet.
Setelah dia menceritakan kisah ini, aku dan adikku menghabiskan waktu berminggu-minggu mengucapkan berbagai macam omong kosong dalam upaya untuk menemukan kata ajaibnya.
Itu membuat Ibu sangat kesal.
Jawa Barat, 19 April 2026
