Audio Book
dok. pri. Ikhwanul Halim

Audio Book

Views: 228

Syauki sudah di tempat tidur. Dia melawan serangan kantuk. Ingatannya tetap penting, banyak sekali.

Dia mengingat masa kecilnya, episode dan bab yang membentuk hidupnya, seolah-olah baru kemarin.

Dia mengingat saat dia mendengarkan audio book di pemutar kaset bertombol besar-besar. Bagaimana bunyi “ding-ding” dari segitiga pertanda detik berikutnya suara dengan aksen asing yang eksotis memerintahkannya untuk “Balik halaman… sekarang.” Dan bagaimana Ibu, yang beraroma melati, menggendongnya, memegang buku di depannya, dan berkata, “Kamu mau Ibu membalikkan halamannya, sayang?”

Syauki ingat saat dia demam, berhalusinasi tentang boneka Sesame Street yang merangkak keluar dari televisi dan menyerangnya. Dia juga ingat, dia tidak memberi tahu Ibu bahwa sebelumnya dia menelan sebotol sirup obat rasa pisang dalam satu tegukan yang nikmat. Dan, dengan rasa bersalah yang selalu ada, dia mengingat suatu hari saat ia bermain petak umpet. Lumpuh karena takut ketahuan, dia tetap terpaku di tempatnya dan buang air besar di semak-semak Mbok Badriah. Kotoran yang bau itu telah menempel di bagian belakang pahanya, mengejutkan dan hangat.

Dari tempat tidur ini, yang bergejolak tanpa sebab dan alasan dalam bentuk lampau dan sekarang, Syauki meninjau kembali hidupnya yang telah disunting dan dipersingkat. Empat puluh tahun terlalu singkat.

Kenangan menceritakan kenyataan. Penghilang nyeri menyebabkan halusinasi yang mengerikan. Kotoran bocor dengan memalukan dari kantong kolostominya.

Bunyi “ding-ding” seperti segitiga dari monitor jantungnya menandakan … apa?

Dia nyaris tak menatap buku di depannya.

Seorang perawat beraroma cemara hutan meletakkan tangan yang telah dibasuh antiseptik di pundaknya, bertanya, “Apakah Eyang ingin saya membalik halaman bukunya, Eyang Syauki?”

Cikarang, 25 September 2024

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *