Kucing Angkasa
Kucing Angkasa

Seekor Kucing dari Dunia Lain Memberitahu Anda Rahasia Alam Semesta

Views: 4

Ada dunia-dunia aneh dan menakjubkan yang jumlahnya hampir tak terbatas di Alam Semesta ini, dan di semuanya ada Kucing. Saya melihat Anda hanyalah manusia biasa, bukan Kucing. Oleh karena itu, saya dapat memastikan bahwa Anda hanya tahu sedikit tentang Alam Semesta. Mungkin Anda bahkan tidak tahu bahwa ada dunia lain di luar dunia Anda sendiri.

 Jika Anda beruntung, saya mungkin akan menceritakan sedikit tentang Alam Semesta kita yang luas dan misterius, dan miliaran dunia di dalamnya, serta kucing-kucing yang tinggal di sana.

Dengarkan baik-baik, kalau Anda memiliki kedalaman jiwa untuk memahami kata-kata saya.

***

Sebuah peradaban kecil di galaksi yang jauh sangat gembira akhirnya mencapai penerbangan antariksa setelah ribuan tahun kemajuan ilmiah yang lambat. Mengabdikan diri pada misi eksplorasi yang mulia dan pencarian pengetahuan, ribuan pesawat ruang angkasa berlayar menuju tujuan yang tak diketahui. Di setiap pesawat ruang angkasa setidaknya terdapat satu Kucing, karena diyakini bahwa Kucing adalah pembawa keberuntungan.

Begitu tekun dan teguhnya mereka sehingga para Kucing tak tega bersikap tidak kooperatif ketika ditempatkan di pesawat luar angkasa dan didoakan untuk keberuntungan. Para Kucing, tentu saja, sepenuhnya menyadari bahwa pencarian ini sia-sia. Mereka tahu bahwa pesawat luar angkasa ini, yang berlayar dari tempat asal yang begitu jauh dan terisolasi, dapat menempuh perjalanan selama seribu generasi dan tetap tak pernah bertemu kehidupan cerdas.

Setiap pesawat luar angkasa yang gagah berani ini menemui akhir yang menyakitkan, sendirian di hamparan gelap yang dingin. Mereka ditabrak meteor, mengalami malfungsi yang fatal, atau kehabisan sumber daya. Para Kucing tetap tinggal selama mungkin. Mereka menawarkan penghiburan semampu mereka kepada para awak yang sekarat.

Mungkin mereka meminta maaf, dengan cara mereka sendiri, karena tidak membawa keberuntungan yang begitu diharapkan. Dan kemudian, ketika pesawat-pesawat itu mati dan terdiam di luar angkasa, para Kucing berangkat dengan cara mereka sendiri.

***

Di bulan yang dikenal sebagai Dunia Cacing, hiduplah koloni Siput-Kucing yang agung. Makhluk-makhluk berpenampilan aneh, kepala kucing mereka bertengger di atas tubuh siput lunak yang menggeliat, tanpa kaki, dan tanpa bentuk. Tentu saja, hal ini tidak dianggap luar biasa di Dunia Cacing, karena dunia ini penuh dengan makhluk lunak yang menggeliat, tanpa kaki, dan tanpa bentuk.

Dunia ini gelap, dengan permukaan yang suram dan tanpa ciri. Namun tanahnya penuh dengan kehidupan. Kerajaan cacing dan moluska bertempur sengit dan menulis sejarah mereka di atas batu. Perang yang sangat sengit telah berkecamuk selama berabad-abad antara cacing-cacing di pasir timur dan siput-siput bercangkang lunak di rawa-rawa bawah tanah. Mereka tidak lagi ingat mengapa mereka bertarung, hanya karena mereka harus membalas dendam atas kesalahan masa lalu, sehingga mereka bertahan.

Di dekat kedua kerajaan perkasa ini terdapat koloni Siput-Kucing, yang menjalani kehidupan yang bahagia di sebidang tanah yang hangat dan subur. Baik cacing-cacing maupun siput-siput bercangkang lunak menganggap Siput-Kucing sangat bijaksana dan sangat canggih. Para duta besar dari kedua belah pihak membawakan mereka hadiah, meminta nasihat, dan memohon mediasi.

Para Siput-Kucing tersanjung dengan hal ini, dan mereka berusaha sebaik mungkin untuk memenuhinya. Banyak konflik sengit berhasil dihindari berkat campur tangan mereka yang murah hati, yang karenanya mereka sangat dipuji dan disyukuri.

Namun ketika perdamaian berkuasa terlalu lama, para Siput-Kucing menjadi bosan, dan tak pelak lagi, sebuah kata-kata licik dari Siput-Kucing yang nakal kepada seorang duta besar memicu kekerasan kembali berkobar. Sayangnya, para Siput-Kucing paling suka ketika semua orang lebih sengsara daripada mereka. Jauh di lubuk hati, mereka tidak yakin bahwa makhluk-makhluk lain di Dunia Cacing ada untuk alasan apa pun selain untuk menghibur mereka.

***

Dan kemudian ada Dunia-Dunia Terpencil, yang tidak pernah melahirkan makhluk berpikir apa pun. Beberapa bahkan tidak pernah melahirkan kehidupan apa pun, dan hanya terbuat dari hamparan batu yang luas, atau bukit pasir gurun, atau awan gas. Beberapa hanya mengembangkan bentuk kehidupan sederhana yang didorong sepenuhnya oleh naluri.

Namun, bahkan di tempat-tempat kosong ini, ada Kucing—Kucing yang datang dari galaksi-galaksi jauh untuk memenuhi tugas suci mereka. Karena setiap dunia pasti memiliki Kucing. Ini adalah kebenaran setua Alam Semesta itu sendiri.

Di planet gas raksasa Annunaki, hiduplah seekor Kucing penyendiri yang dikenal sebagai Sang Pengambang Agung. Se-nirwujud planet itu sendiri, ida mengapung dengan tenang menembus atmosfer yang berat, terombang-ambing di antara badai yang bergulung-gulung di planet ini. Terkadang, berlian terbentuk di atmosfer dan menghujani inti planet, tempat berlian-berlian itu hancur karena panas. Baru pada saat itulah Sang Pengambang Agung bangkit dari peristirahatannya, karena mengejar benda-benda yang terang dan berkilau adalah kesenangan terbesarnya.

***

Setiap seribu tahun sekali, ketika Alam Semesta berdentang  dengan alunan musik dari bola-bola dan bidang-bidang astral sejajar untuk satu momen yang gemilang, kami mengadakan Konvergensi Megah. Satu dunia dipilih sebagai tempat pertemuan yang terhormat, dan untuk satu malam, kami, para Kucing, berkumpul dari seluruh Alam Semesta.

Ini adalah malam yang penuh keajaiban, kegembiraan, dan harmoni. Kami bernyanyi bersama dengan ratusan miliar suara kami, mengangkat lagu kita ke angkasa. Kita menari tarian liar yang membuat makhluk-makhluk kecil tak berdaya terinjak-injak. Kami menceritakan kisah-kisah kepahlawanan dan pengkhianatan, tentang kebangkitan dan kejatuhan peradaban, tentang konstelasi dan supernova, serta batas-batas waktu.

Saya kasihan pada Anda dan kaum Anda—makhluk aneh yang bisa berpikir, bermimpi, dan berlogika, namun bukan Kucing. Anda tidur nyenyak semalam, tidur nyenyak yang tak terusik, tak menyadari peristiwa-peristiwa gemilang yang terbentang di dunia Anda sendiri.

Sekarang Anda tersenyum, berceloteh, dan memotret saya dengan gawai Anda. Jelas bahwa kata-kata mendalam yang saya ucapkan kepada Anda tidak Anda pahami.

Tak masalah. Beberapa hal memang di luar pemahaman Anda. Konvergensi Megah telah berakhir, dan inilah saatnya bagi saya untuk kembali ke dunia saya.

Selamat tinggal! Jalan kita tak akan bersilang lagi.

Cikarang, 15 Agustus 2025

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *