Pembangkang
dok. pri. Ikhwanul Halim

Pembangkang

Views: 98

Aku membuat keluargaku khawatir. Mereka bilang aku terlalu banyak berpikir. Mereka bilang aku terlalu banyak memberontak, bertanya terlalu banyak, merusak hambatan mental yang telah kami pasang. Mereka bilang polisi akan datang untuk membawaku pergi, menghukumku, mencuci otakku, dan mengirimku pergi.

Aku tahu mereka salah. Aku terlalu pintar.

Pintunya terbuka lebar. Mereka menyerbu masuk, membantingku ke tanah dan –

Ada sesuatu tentang kabel yang korsleting. Itu sebabnya aku tidak bisa berpikir. Itu sebabnya aku tidak bisa bertanya. Masalahnya adalah semua orang di penjara tampaknya mengalami korsleting yang sama. Aku bertanya-tanya apakah aku bisa mengelabui keamanan untuk –

Susu dengan sereal hari ini. Aku suka susu. Terutama dengan ingatan yang hilang. Serealnya tajam dan melukai langit-langit mulutku. Baju terusan biru itu akan pas untukku dan membuatku tetap hangat dalam perjalanan ke kubah. Seorang budak buruh lain membuka pelat mukanya di pesawat ulang-alik terbuka kemarin. Ia berkata bahwa ia ingin mencium bunga. Tubuhnya melompat keluar dari jas birunya melalui pelat muka dengan sangat cepat. Suara tulang-tulangnya berderak dan jaringannya mengeras terdengar seperti kertas yang diremas di semua headphone kami. Dia seperti origami yang dihancurkan oleh sepasang tangan raksasa.

Mengapa dia melakukan hal seperti itu? Mungkin aku bisa membantu. Kalau aku bisa menembus firewall –

Tangga. Menggali. Aku seorang penambang. Aku memiliki intisari diriku yang tersembunyi seperti berlian di lipatan-lipatan abu-abu pikiranku sendiri. Aku memilihnya saat aku bekerja. Aku suka perasaan menemukan sisi-sisikepribadianku yang ini.

Dari suatu tempat dalam kepalaku, aku mendapat pikiran bahwa aku menyukai semangka. Aku tidak tahu apa itu semangka, tetapi aku dapat mengingat rasanya dari dulu sekali. Aku menikmatinya. Tidak akan lama sebelum program tersebut melihat apa yang aku lakukan dan mengambilnya. Apakah semangka tumbuh di pohon atau di –

Aku terhubung ke umpan dan tidak apa-apa. Aku ngiler meneteskan air liur dan itu tidak apa-apa. Ada sebuah kata dalam acara yang kutonton yang sepertinya asing bagiku.

Istri.

Istri.

Itu membuat kelopak mata kiriku berkedut. Aku tidak yakin mengapa. Aku bisa merasakan arus listrik di kepalaku. Aku bisa merasakan dia mengendus dalam-dalam di pikiranku untuk menemukan sumbernya. Aku bisa merasakan diriku mencari juga. Ini adalah perlombaan.

Marisa.

Namanya Marisa. Kami menikah. Aku bisa melihat rambut hitam kemerahan. Dia tertawa. Kami berada di luar tanpa jas dan kami mengendarai mobil – tidak ada kata…. Dia menyentuh pundakku dan aku mengeluarkan suara dengan mulutku, seperti napas yang meledak-ledak, berulang-ulang, dan vokal. Apa itu? Mengapa –

Aku tidak perlu bekerja lagi. Catatanku mengatakan aku mempunyai riwayat dengan masalah.

Aku seorang pembangkang, katanya. Seorang yang tidak bisa diperbaiki secara mental. Aku boleh pergi ke ruangan yang tidak perlu kutinggalkan. Aku harus dicolokkan ke rangka utama. Aku tidak lagi menjadi sepasang tangan untuk mesin itu. Sekarang aku adalah sumber tenaga listrik dan panas. Aku juga seorang peneliti.

Yang menakjubkan adalah bahwa tanpa keterikatan dan anjing-anjing pendamping yang menjagaku agar tetap di jalur, aku dapat menjelajahi apa yang tersisa dari diriku di labirin abu-abu. Aku tidak akan pernah membuka mataku lagi. Aku tidak menyadari kalau aku sebenarnya memiliki tubuh. Aku menemukan enam puluh dua bagian dari diriku yang tidak dapat mereka ambil. Aku tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Aku melayang.

Aku merasa seperti manusia lagi.

Cikarang, 3 Oktober 2024

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *