Rencana-Nya kupu-kupu, lebah, dan kelelawar
mengisap bunga-bunga
mengumpulkan yang manis demi hidup
membawa serbuk sari,
benih ke sel telur,
menghasilkan buah dari kebutuhan.
Rencana-Nya air beredar jernih
segar melalui delta lahan basah
menyaring aliran sungai sepanjang perjalanan
dari puncak gunung
memuaskan dahaga mengalir
sungai ke laut membawa kehidupan
mekar dari kebutuhan akan cinta
dari orang tua, dua hewan berbeda bersatu
menjadi makhluk baru,
kelahiran kembali.
Rencana-Nya hutan membersihkan udara
untuk napas anak-anak
keseimbangan simbiosis
karbon dioksida yang dikeluarkan dari hewan
menghasilkan oksigen,
fotosintesis makanan dari kebutuhan,
daun hijau yang berdaun dan berdaun lagi
memberi makan payudara wanita
bukan sekadar objek belakaseks,
melainkan pabrik susu, mata rantai pertama
rantai makanan untuk mulut anak-anak
untuk menghisap susu dari rumput
dari lumpur subur untuk kebutuhan.
akan tetapi,
tamak rakus terhadap hal-hal
dari plastik, polimer minyak bumi
akrilik, poliester, lucite, biogenetika,
radiasi nuklir, racun,
keserakahan terlalu banyak daging
penuh steroid,
lahan terlantar akibat penggembalaan ternak,
karsinogen, plutonium, kotoran dan limbah,
membunuh rencana
perlahan,
sedikit demi sedikit,
hingga air menetes
limbah busuk dari keserakahan industri
apa yang dibutuhkan makanan, air, napas
tercekik hingga mati tandus.
kelelawar, lebah, dan kupu-kupu
berhenti berdengung
dari bungan yang menghasilkan buah
dari hubungan seksual
dan anak-anak tak punya makanan.
hutan ditebang menjadi debu
kekurangan oksigen
atau fotosintesis
atau keseimbangan atmosfer
fluorokarbon dan emisi bahan bakar
membuka lubang di ozon
membakar bumi
jerebu karbon garing
dan cinta kerontang
yang merupakan Tuhan
tak lagi bernapas
di mata anak-anak,
dibungkam dari nyanyiannya
dari seni, buku, puisi,
tak memiliki perasaan untuk berbicara
karena benih “rekayasa pasar,”
hilang karena keserakahan.
Cikarang, 12 Oktober 2024

