Ruang Dekonstruksi dan Konstruksi Transportasi Serat Optik Subatomik
dok. pri. Ikhwanul Halim

Ruang Dekonstruksi dan Konstruksi Transportasi Serat Optik Subatomik

Views: 21

Apakah kamu akan menjadi orang pertama yang mencoba peralatan Ruang Dekonstruksi dan Konstruksi Transportasi Serat Optik Subatomik? Apakah kamu akan mencobanya kalau kamu benar-benar memahami prinsip ilmiah yang mendasarinya?

Apa yang membuat kamu khawatir tentang peralatan tersebut? Apakah lampu yang menyala-nyala pada panel kontrol? Dengungan mesin yang menakutkan saat dinyalakan? Apakah anggukan kecil dari teknisi yang mengundangmu untuk melangkah masuk sementara dia berdiri dengan aman di balik Plexiglas yang anti pecah?

Atau apakah itu cahaya aneh dari kabut yang berputar-putar di sekitar ruangan yang baru saja kamu setuju untuk masuk?—kalau kamu masih berkomitmen pada proyek ini.

Kalau kamu belum memutuskan untuk mundur.

Mungkin keraguanmu muncul dari pengetahuan bahwa kabut bercahaya aneh ini sama sekali bukan kabut, bukan uap atau gas, tetapi logam, triliunan robot nanoskopis bertengger dan menunggu atommu berada dalam jangkauan?

Meskipun teknologinya rumit, fungsinya sederhana: komputer memisahkan atom yang membentuk tubuhmu satu per satu, mencatat lokasi persisnya ke dalam bank memorinya sebelum mengirim informasi melalui kabel serat optik ke perangkat lain, identik dengan yang pertama, yang secara bersamaan merekonstruksi tubuhmu, atom demi atom, molekul demi molekul. Jika kamu platform Ruang Dekonstruksi dan Konstruksi Transportasi Serat Optik Subatomik yang terletak—katakanlah—di ruang tamu rumahmu dan dikirim melintasi negara melalui kabel serat optik bawah laut ke benua lain—kalau platform itu mereproduksi dirimu secara tepat hingga ke tingkat molekuler di suatu kantor, katakanlah, di Alaska, atau Nairobi—apa bedanya? Variasi apa yang mungkin ada?

Kesimpulannya sulit untuk dihindari. Itu adalah kamu. Persis. Atom demi atom.

Jadi, apa yang mengganggumu tentang kemampuan baru untuk bepergian yang samaa gampangnya seperti mengirim falsimili atau panggilan telepon? Mengapa kamu melewatkan kesempatan untuk melaju dengan kecepatan cahaya? Bisakah kamu mencibirkan bibir pada perjalanan delapan menit ke matahari dengan perhentian singkat 4,7 milidetik di satelit komunikasi?

Tetapi sebenarnya tidak seperti itu yang terjadi, bukan? Kamu tidak diangkut, melainkan difotokopi, duplikat persis dirimu di Jakarta yang dibentuk di Maroko. Tetapi kamulah yang terpenting dalam segala hal. Itulah kamu di sana, di Ruang Dekonstruksi dan Konstruksi Transportasi Serat Optik Subatomik, gen kamu, tubuh kamu, otak dan ingatanmu, atom demi atom. Itu kamu dalam segala hal, setiap aspek, kecuali satu: itu bukan atommu.

Atommu berada di rumah dalam kontaainer penyimpanan, berkurang menjadi kalsium, karbon, dan air dengan sedikit fosfor keran senilai dua ratus ribu rupiah. Oksigenmu telah hilang— Ruang Dekonstruksi dan Konstruksi Transportasi Serat Optik Subatomik harus mengambilnya dari udara ketika kamu kembali. Kamu sekarang adalah harga tiket menonton film atau makan siang di restoran pusat kota dengan harga sedang termasuk minuman dan hidangan penutup sederhana.

Kamu membawa karbon dan kalsium dan air keran milik orang lain dengan sedikit fosfor dan oksigen yang ditarik langsung dari udara—mungkin orang yang menggunakan Ruang Dekonstruksi dan Konstruksi Transportasi Serat Optik Subatomik sebelum kamu?—kalau Anda bukan yang pertama, seorang pilot uji yang ingin membuat buku sejarah.

Jadi pertanyaannya menjadi perbedaan antara dua atom.

Apakah mengetahui bahwa atom-atom dalam tubuhmu saat ini tidak sama dengan yang ada di sana hanya sebulan yang lalu membuatmu lebih mudah untuk naik ke atas? Apakah pemahaman bahwa kamu adalah mesin yang terus berubah dan berevolusi, yang menambahkan dan mengganti atom-atomnya sebagai bagian normal dari sebab akibat, dengan setiap makanan? Apakah atom bervariasi dalam kemampuannya? Ukuran atau kualitasnya?

Apakah setiap atom memiliki keanehannya sendiri? Kepribadian sendiri?

Tidak selalu melegakan ketika kamu mendengar desisan pintu Ruang Dekonstruksi dan Konstruksi Transportasi Serat Optik Subatomik dan melangkah ke platform Ruang Dekonstruksi dan Konstruksi Transportasi Serat Optik Subatomik, ke dalam kabut subatomik metalik yang aneh.

Bagaimanapun, kamulah yang ada di dalam ruang itu. Kamulah yang tercabik-cabik. Kamulah yang akan direduksi menjadi beberapa ember air keruh. Meskipun kamu berada di padang pasir di sisi lain dunia dalam segala hal yang penting bagi alam semesta, terkoyaknya dirimu penting bagimu—kamu yang ada di sini, sekarang, untuk sesaat sebelum kamu tidak ada selain sebagai aliran foton melalui kabel serat optik.

Hal ini penting dalam ranah psikologis, teologis, metafisis. Barangkali yang mengganggumu adalah kamu ingin percaya bahwa ada sesuatu yang lebih dari dirimu di luar susunan atom yang tidak dapat dipindahkan atau disalin oleh Ruang Dekonstruksi dan Konstruksi Transportasi Serat Optik Subatomik. Kalau alat tersebut berfungsi, maka yang menjadikan kamu dirimu bukanlah atom atau hal-hal yang menjadikan kamu benda padat bernyawa. Kamu hanyalah sebuah susunan, kumpulan lokasi dan gerakan yang membentuk pikiran, tubuh, dan ingatanmu.

Seperti musik, kamu tidak ada dalam molekul itu sendiri, melainkan gelombang suara yang bergerak melaluinya, memanipulasi setiap set atom untuk waktu yang singkat sebelum bergerak maju, melainkan petikan senar, getaran dalam ruang-waktu yang memainkan satu notnya sebelum memudar.

Rumit? Ya.

Canggih?Bahkan lebih canggih lagi. Tetapi frekuensi, tidak lebih, terlepas dari materi mana yang kamu pilih untuk dilalui.

Belum terlambat.

Kamu masih punya waktu untuk melangkah keluar dari Ruang Dekonstruksi dan Konstruksi Transportasi Serat Optik Subatomik. Tidak seorang pun akan meremehkanmu atau menganggapmu pengecut.

Tidak seorang pun perlu tahu.

Tetapi kamu mendengar suara-suara di luar ruangan. Apakah seseorang datang untuk menyelamatkanmu, untuk menghentikan kamu sebelum terlambat? Namun, suara-suara itu adalah suara-suara gembira, suara tepuk tangan dan ucapan selamat saat pintu mulai terbuka, dan kamu menyadari bahwa mereka berbicara dalam bahasa Arab. Kemudian, keraguan apa pun tentang efektivitas mesin itu terlupakan, bersama dengan ketakutanmu akan gangguan dan malfungsi.

Satu untuk dicatat. Kamu telah membuat sejarah.

Jadi, apa yang mengganggumu sekarang?

Apakah Ruang Dekonstruksi dan Konstruksi Transportasi Serat Optik Subatomik berfungsi?

CIkarang, 21 Oktober 2024

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *