Tangan Mencengkeram Rambut yang Menahan Kepalaku Tetap Tegak
dok. pri. Ikhwanul Halim

Tangan Mencengkeram Rambut yang Menahan Kepalaku Tetap Tegak

Views: 20

Kau adalah sesuatu yang berwarna-warni. Cahaya kelopak mawar. Terbalik, menyemprot ke bawah, membentuk lengkungan, di atas wajah yang menghadap ke atas, mata terbuka.

Ada begitu banyak dari kalian, apa peduliku?

Aku punya begitu banyak keranjang sampah, melemparkannya ke seluruh halaman depan dan belakang rumah. Menutupi ruang sebanyak mungkin, kalau kau turun seperti hujan. Aku tidak ingin melewatkan satu bagian pun darimu. Aku mengangkat kulit jangatku, mengintip, dan berbisik-bertanya-memberi tahu, “Kau pikir kau bisa menyatukannya kembali. Menciptakan kembali seorang lelaki dan kemudian memilikinya. Kau pikir dia akan menjadi milikmu setelahnya. Bahkan jika hidungnya tidak cukup mancung. Bahkan jika lengannya berhenti di tengah jalan. Meskipun pikirannya mungkin tersegmentasi.” Kemudian kau berbisik, “Goblok.” Dan kedengarannya kejam, seperti guru kelas dua dari tahun 1973.

Kalau aku memelihara jerapah, aku tidak akan memelihara jerapah. Aku akan mempunyai gajah. Aku akan menunggangi gajah sialan itu ke mana saja! Ndasmu.

Orang-orang akan berkata-berpikir, “Itu penyair gila yang menunggangi gajahnya yang hebat seperti seorang Sultan!” Dan akan ada begitu banyak tanda seru setelah suara mereka hilang. Orang-orang akan mengunggah video yang menjadi viral. Mereka akan mencoba menjelaskan tentang bagaimana semua tanda seru itu melayang di udara seperti peluru yang lebih lambat dari film aksi Hong Kong. Tidak, seperti dari senapan mesin, kata mereka. Sangat frustrasi ketika warganet terus mengajukan pertanyaan paling bodoh tentang “pelaku” atau “korban” atau “lokasi.” Orang-orang belum pernah melihat tanda baca yang mengambang. Garis-garis dengan titik-titiknya melayang ke udara seperti gelembung.

Aku duduk di atas gajahku. Bernama Gemoy Gemoy. Mungkin. Atau Miftah Ngibulin.

Cikarang, 11 Desember 2024

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *