Nina si Pergelangan Kaki Bengkak
bicara padaku dalam bahasa Sunda
Karena ingin menjadi tipe orang yang menerima
berkah dari orang tua
aku membukakan pintu
dan berbicara bahasa Indonesia
campur aduk bagai Tarzan masuk kota
mendapat balasan dua kata Bahasa Indonesia
“Selamat siang.”
Di kamarku yang sepi
Aku meniru dialeknya.
Suaranya yang pelan dan dingin
Menutup retakan di jalan setapak.
menghaluskan lipatan
cat dinding mengelupas
menggelapkan cahaya
di antara tirai tipis kusam berjelaga
Ketika kubuka pintu
dia ada di sana.
Saat kutidur mendengkur
Nina bersandar di atas kasur.
Ketika kubangun
dan memutar kunci di belakangku
dia akan tersenyum
pergelangan kaki bengkak di ketinggian
dan mengundangku masuk
dengan frasa yang persis sama:
“Selamat siang.”
Ku tak ingin Nina melihatku gemetar.
Kusembunyikan tangan
Dan dia menundukkan kepala
Dalam bahasa asalnya,
dia mencari-cari jawaban
yang tepat untukku.
Aku berbisik
Aku tahu aku lemah, menyedihkan, tak terucapkan.
Aku tahu…
Ssst, jawabnya.
Tidak lagi. Tidak lagi.
Tidak lagi.
Cikarang, 8 Oktober 2024


Mantaap~