Makan Malam, Setelah Sebulan Perceraian
dok. pri. Ikhwanul Halim

Makan Malam, Setelah Sebulan Perceraian

Views: 53

Yang pertama kulihat adalah rambutnya yang baru dipangkas, ubannya ditutup dengan cat hitam.

Aku menjaga kata-kataku.

“Kemeja yang bagus,” akhirnya aku berkata.

Aku tahu dia tidak pernah berpakaian sebagus ini untukku.

“Aku menemukannya di lemariku,” katanya.

Pelayan datang membawa sekeranjang roti.

“Kamu tampak cantik,” katanya.

Aku bisa mencium goresan di lehernya. Baunya seperti darah dan seks, dan parfum perempuan lain.

“Kamu mau roti?” tanyaku.

“Kenyang,” katanya, menunjuk perutnya yang lebih rata dari yang kuingat.

Pelayan kembali, dan kami memesan steak porsi kecil. Tidak ada kesempatan untuk makanan yang membutuhkan memakan waktu terlalu lama.

Roti bawang ditumpuk tinggi di keranjang. Baunya mengisi udara di antara kami. Ketika aku menatapnya lagi, matanya seperti hantu.

Bahuku melorot, dan aku mengambil sepotong roti. Aku menggigitnya, keras, karena, sejujurnya, itu yang ingin kulakukan.

Cikarang, 12 Oktober 2024

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *